Rabu, 24 Juli 2013

Jenis LNB dan Gelombang yang Diterima

Berikut ini adalah beberapa jenis LNB dan Gelombang yang diterima

1. LNB C Band

LNB ini paling umum dipakai oleh masyarakat indonesia, karena kebanyakan TV swasta indonesiaSaat ini mayoritas channel FTA yang berada di satelit seperti Indosiar, RCTI, Kompas TV, dkk  beserta channel tv internasional menggunakan gelombang C band.  Untuk tv berbayar di Indonesia yang menggunakan gelombang c band adalah Telkomvision / YesTV  dan Skynindo 

Spesifikasi Lnb C Band :
Standart frekuensinya berkisar antara 2,5 sampai 4,2 GHz.
Hanya menerima frekuensi di bawah 9999.
Sistem penerimaan berpolaritas Horizontal dan Vertikal.
Ukuran lebih besar dari kebanyakan LNB Ku-band.
Hampir semua merek sama ukurannya.
Tidak berpengaruh terhadap cuaca
Bisa dipasang di Dish mesh dan solid  
Terganggu pada suara motor yang keras, suara mesin pahat.
Sinyal cenderung lebih lemah sehingga ukuran parabola harus besar untuk mendapatkan sinyal kuat 

2. LNB KU BAND
Saat ini gelombang ku band lebih sering dipakai oleh pay tv seperti Aora TV, Orange TV, Centrin TV, Astro Malaysia, Truvision Thailand, K+ vietnam, Pentavision.  Sementara sangat sedikit channel FTA/gratis yang menggunakan gelombang ku band, contoh satelit yang menggunakan gelombang KU band = NSS6
Spesifikasi Lnb KU band :
Standar frekuensi lebih tinggi dari LNB C-band yaitu 10 sampai 13GHz.
Hanya menerima frekuensi di atas 10000.
Sistem penerimaan berpolaritas Horizontal dan Vertikal.
Ukuran ada yang lebih kecil dari LNB C-band, & ada yang lebih besar.
Cara pemasangan arah konektor harus menghadap ke utara dipengarui oleh cuaca ( Apabila hujan terjadi penurunan signal)
Bisa dipasang di Dish mesh dan solid ( untuk hasil signal yang maksimal sebaiknya menggunakan parabola solid)  
Sinyal lebih kuat sehingga dengan dish imut 60 cm pun bisa dapat sinyal LNB lebih mungil dan rapi 
Tidak terganggu gelombang lain seperti wifi/microwave 
Terganggu  pada hujan deras atau mendung tebal, sinyal turun hilang 

 3. LNB S BAND

Saat ini di Indonesia, tv berbayar yang menggunakan gelombang ini adalah Indovision, TOPtv dan Okevision
Spesifikasi Lnb S band :
Frekuensi LNBnya 3620 MHz
Hanya menerima frekuensi di bawah 3000
Sistem penerimaan berpolaritas Horizontal dan Vertikal.
Bentuk lnbnya bulat seperti cakram
Cara pemasangan arah konektor bebas
Tidak berpengaruh terhadap cuaca
Hanya bisa dipasang di parabola solid
Terganggu pada suara motor/mobil yang keras
Terganggu dengan gelombang wifi dan microwave 


    4. LNB COMBO C BAND DAN KU BAND
    LNB ini paling istimewa karena bisa menangkap sinyal C band dan Ku band sekaligus dalam satu posisi satu satelit. 

    Prinsip Kerja Parabola


    Bentuk antena yang seperti piring memantulkan sinyal ke titik fokus piringan tersebut. Di titik fokus tersebut ditempatkan sebuah alat yang disebut feedhorn. Alat ini menjadi titik pusat untuk pemandu gelombang yang mengumpulkan sinyal di atau dekat di titik fokus dan mengubahnya menjadi low-noise block downconverter (LNB). LNB mengubah sinyal dari gelombangelektromagnetik atau gelombang radio menjadi sinyal listrik dan menggeser rentangnya dari C-band atau Ku-band menjadi L-band. Antena parabola untuk penyiaran langsung menggunakanLNFB, yang mengintegrasikan feedhorn dengan LNB.
    Theoretical gain dari sebuah antena parabola meningkat seiring dengan meningkatnya frekuensiGain yang sebenarnya bergantung dari banyak faktor, diantaranya hasil akhir permukaanparabola, akurasi bentuk, dan kesesuaian feedhorn. Nilai umum bagi konsumen yang memiliki antena parabola 60cm 11.75 GHz adalah 37.50 dB.
    Dengan menggunakan frekuensi lebih rendah seperti C-band, pembuat antena parabola memiliki pilihan lebih luas untuk bahan pembuatannya. Ukuran antena parabola besar yang dibutuhkan untuk frekuensi lebih rendah mendorong antena parabola untuk dikonstruksi dari lempengan logam dan kerangka logam. Pada frekuensi lebih tinggi desain tipe lempengan lebih sedikit meskipun beberapa desain menggunakan piringan padat.
    Miskonsepsi yang umum terjadi adalah LNBF, alat di depan piringan, menerima sinyal langsung dari atmosfer. Sebagai contoh, hitung mundur BBC News menunjukkan “arus data merah” diterima langsung oleh LNBF daripada diterima oleh piringannya lebih dulu. Seharusnya bentuk parabola akan mengumpulkan sinyal ke wilayah yang lebih kecil dan mengirimkannya ke LNBF.
    Piringan modern yang ditujukan untuk digunakan pada televisi rumahan umumnya berdiameter 43-80 cm. Antena parabola tersebut tidak bisa dipindah-pindahkan/fixed position. Ini berlaku untuk antena parabola untuk menerima sinyal Ku-band. Sehubungan dengan adanya layanan direct broadcast satellite, antena-antena parabola untuk keperluan rumah biasanya memiliki parabola C-Band yang memiliki motor. Diameter parabola ini sebesar 3 meter. Tujuan adanya motor adalah untuk menerima saluran-saluran dari satelit penyiaran yang berbeda. Piringan yang terlampau kecil untuk antena parabola masih memiliki gangguan, seperti gangguan sinyal akibat hujan dan gangguan dari satelit-satelit lain.

    Apa sih Antena Parabola itu?

    Antena parabola adalah sebuah antena berdaya jangkau tinggi yang digunakan untuk komunikasi radiotelevisi dan data dan juga untuk radiolocation (RADAR), pada bagian UHF and SHF darispektrum gelombang elektromagnetik. Panjang gelombang energi (radio) elektromagnetik yang relatif pendek pada frekuensi-frekuensi ini menyebabkan ukuran yang digunakan untuk antena parabola masih dalam ukuran yang masuk akal dalam rangka tingginya unjuk kerja respons yang diinginkan baik untuk menerima atau pun memancarkan sinyal. Antena parabola berbentuk seperti piringan. Antena parabola dapat digunakan untuk mentransmisikan berbagai data, seperti sinyal telepon, sinyal radio dan sinyal televisi, serta beragam data lain yang dapat ditransmisikan melalui gelombang. Fungsi antena parabola yang umum diketahui oleh masyarakat di Indonesia adalah sebagai alat untuk menerima siaran televisi satelit.

    Sejarah antena parabola


    Sejarah antena parabola dapat diamati mulai dari tahun 1970an. Ketika itu belum ada penyedia/provider untuk televisi satelit. Televisi satelit mulai tumbuh tahun 1976. HBO adalah stasiun televisi pertama yang mengembangkan program-program televisi kepada perusahaan kabel melalui transmisi satelit televisi. Antena parabola C-band ditemukan oleh seorang profesor di Stanfordyang mencoba membangun antena parabolanya sendiri dan berhasil menangkap siaran HBO.
    Pada masa itu antena parabola C-band berukuran sangat besar. Karena itu, antena parabola diletakkan di halaman. Ketika itu, tidak ada ruang yang cukup untuk meletakkan antena parabola. Harga antena parabola pada masa itu mahal. Pada tahun 1980an, berbagai perusahan mengembangkan antena parabola C-band. Karena itu, harga antena parabola turun. Akibatnya, banyak program yang dirancang untuk televisi satelit dan dianggap sebagai investasi. Pada tahun 1984, Kongres Amerika mengesahkan Cable Act. Ini dari Cable Act adalah untuk memperbolehkan berbagai perusahaan kabel melakukan enkripsi pada siaran mereka. Hal ini dilakukan karena ada penonton yang tidak membayar untuk layanan televisi satelit. Enkripsi berhasil mengarahkan orang-orang untuk berlangganan televisi kabel.
    Pada tahun 1990an, enkripsi yang digunakan berhasil diretas. Akibat dari peretasan tersebut, perusahaan-perusahaan mulai mengembangkan dan menggunakan transmisi digital. Antena parabola berperan besar dalam perkembangan industri layanan televisi satelit. Dish Network, sebuah perusahaan penyedia layanan televisi satelit memulai penyiaran mereka pada tahun 1996. Mereka memanfaatkan antena parabola. Pada tahun yang sama, DirecTV juga mulai bersiaran. Akibatnya, terjadi persaingan antarpenyedia layanan televisi satelit dan menandai persaingan antara berbagai perusahaan penyedia layanan televisi satelit. Saat ini Dish Network Company telah tumbuh dan menawarkan berbagai program televisi digital dan HDTVDish Networkmenyediakan berbagai saluran dan program dalam definisi tinggiDish Network juga menjadi penyedia layanan televisi antena parabola dengan pelanggan yang banyak.
    Pada tahun 1970, 1980, dan 1990an antena parabola mengubah cara kerja pemrograman televisi. Perubahan tersebut ditandai dengan perubahan pada peralatan televisinya. Pada masa itu, antena parabola jenis C-band yang besar telah hilang. Antena parabola jenis C-band telah berubah ukuran menjadi lebih kecil. Kini, antena parabola berukuran kecil. Antena parabola mampu diletakkan di atap dan tidak mengganggu stabilitas bangunan. Ukurannya tidak lagi mengganggu pemandangan. Berbagai saluran dan program-program televisi yang menggunakan antena parabola telah mampu ditransmisikan dengan jelas dan tanpa gangguan. Saat digunakan menonton HDTV, antena parabola mampu mentransmisikan gambar yang realistis.